JAKARTA, iNews.id – Industri otomotif nasional masih menahan napas menunggu kepastian kebijakan pemerintah terkait insentif pada 2026. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memilih tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menegaskan pelaku industri akan mengikuti apa pun kebijakan yang diputuskan. Menurutnya, pemerintah memiliki pertimbangan terbaik demi keberlangsungan industri otomotif nasional.
“Kita serahkan ke pemerintah apa yang terbaik buat kita. Industri otomotif, penjualan dan sebagainya,” ujar Jongkie Sugiarto di kawasan Sunter, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bagi Gaikindo, bentuk kebijakan sebenarnya bukan persoalan utama. Entah disebut insentif atau skema lain, yang terpenting pasar mobil baru bisa kembali bergerak dan tidak semakin lesu pada 2026.
Jongkie menilai, dukungan apa pun dari pemerintah akan sangat membantu proses pemulihan industri. Dia yakin pemerintah tidak ingin sektor otomotif terpuruk, mengingat besarnya dampak terhadap ekonomi dan tenaga kerja.
“Kita yakin pemerintah pasti memberikan yang terbaik untuk ini. Karena mereka juga tak mau industrinya terpuruk, selalu pesannya tak boleh PHK (pemutusan hubungan kerja), iya kan?” katanya.
Data penjualan menunjukkan tantangan nyata. Sepanjang Januari hingga November 2025, penjualan mobil baru tercatat sekitar 710 ribu unit. Angka tersebut masih jauh dari target awal Gaikindo, sehingga proyeksi penjualan 2025 terpaksa direvisi.