Pasar Mobil Seret, Industri Otomotif Tahan Napas Tunggu Kepastian Insentif 

Dani M Dahwilani
Industri otomotif nasional masih menahan napas menunggu kepastian kebijakan pemerintah terkait insentif pada 2026. (Foto: Dok)

“Kita yakin pemerintah pasti memberikan yang terbaik untuk ini. Karena mereka juga tak mau industrinya terpuruk, selalu pesannya tak boleh PHK (pemutusan hubungan kerja), iya kan?” katanya.

Data penjualan menunjukkan tantangan nyata. Sepanjang Januari hingga November 2025, penjualan mobil baru tercatat sekitar 710 ribu unit. Angka tersebut masih jauh dari target awal Gaikindo, sehingga proyeksi penjualan 2025 terpaksa direvisi.

Awalnya, Gaikindo membidik penjualan di kisaran 850 ribu hingga 900 ribu unit. Namun melihat kondisi pasar lemah, target tersebut diturunkan menjadi sekitar 780 ribu unit kendaraan roda empat sepanjang 2025.

Memasuki 2026, tantangan diprediksi kian berat. Belum adanya kepastian soal insentif membuat pelaku industri memilih bersikap hati-hati sambil menunggu arah kebijakan pemerintah.

Sinyal perlunya dukungan pemerintah juga disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurutnya, penurunan penjualan menjadi indikasi kuat bahwa industri otomotif membutuhkan perhatian khusus.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
11 hari lalu

Insentif SPPG Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Jamin Mitra Tetap Dapat Untung

12 hari lalu

Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Tekan Harga Tiket Pesawat saat Libur Nataru

14 hari lalu

Insentif Dapur MBG Diubah Jadi Rp2.000 per Porsi, Berlaku Mulai 5 Oktober

24 hari lalu

Genjot Penjualan Otomotif, Gaikindo Auto Week Digelar di 10 Kota

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal