Pemerintah AS Selidiki Mobil China, Takut Bocorkan Data Keamanan Nasional

Muhamad Fadli Ramadan
Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang melakukan penyelidikan terkait risiko kebocoran data keamanan nasional terhadap mobil China. (Foto: ALY SONG/REUTERS)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang melakukan penyelidikan terkait risiko kebocoran data keamanan nasional terhadap mobil China. Jika terbukti, akan diberlakukan pembatasan impor kendaraan dari negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, Departemen Perdagangan AS melakukan penyelidikan karena diduga kendaraan listrik asal China mengumpulkan sejumlah besar data sensitif tentang pengemudi dan penumpang. Diduga, kendaraan listrik tersebut menggunakan kamera dan sensor untuk mencatat informasi rinci mengenai infrastruktur AS. Dikhawatirkan, data-data tersebut dikirimkan ke China.

“Kebijakan China dapat membanjiri pasar kita dengan kendaraannya, sehingga menimbulkan risiko bagi keamanan nasional kita. Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada jam tangan saya,” ujar Presiden AS Joe Biden dikutip dari Reuters.

Pejabat Gedung Putih menyampaikan masih terlalu dini melakukan tindakan apa yang akan diambil. Mereka tidak memiliki keputusan mengenai potensi larangan atau pembatasan pada kendaraan China.

Namun, pemerintah AS mempunyai kewenangan hukum yang luas dan dapat mengambil tindakan yang berpotensi menimbulkan dampak besar. Biden menyebut upaya tersebut sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di AS.

“Ini adalah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memastikan mobil-mobil di jalan AS dari negara-negara yang menjadi perhatian seperti Tiongkok tidak mengganggu keamanan nasional kita,” katanya.

Kendaraan buatan China yang diimpor ke Amerika relatif sedikit. Menteri Perdagangan Gina Raimondo mengatakan pemerintah telah mengambil tindakan sebelum masalah ini meluas dan berpotensi mengancam privasi dan keamanan nasional. Produsen kendaraan listrik asal China saat ini mengandalkan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa sebagai pasar ekspor terbesar mereka. 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Buletin
13 jam lalu

Pesawat Militer AS Mobilisasi Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Sinyal Serangan Darat ke Iran Menguat

Internasional
16 jam lalu

Trump Tunda Lagi Serang Fasilitas Energi Iran: Mereka Minta 7, Saya Kasih 10 Hari

Internasional
17 jam lalu

AS Pertimbangkan Perlakukan Iran seperti Venezuela, Ambil Alih Pasokan Minyak

Internasional
21 jam lalu

AS Akan Terus Gempur Iran meski Perundingan Damai Berlangsung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal