Produsen Mobil di Indonesia Waspadai Dampak Buruk Konflik di Timur Tengah

Dani M Dahwilani
Ketegangan di Timur Tengah yang terus berlangsung dikhawatirkan dapat mengganggu rantai pasok komponen otomotif. (Foto: Ilustrasi AI)

“Untuk saat ini belum ada pengaruh. Kita masih melihat perkembangan,” ujar Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Meski begitu, Jap Ernando mengakui konflik geopolitik berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi global. Jika ketegangan terus meningkat, dampaknya bisa merambat ke berbagai sektor industri, termasuk otomotif.

Menurutnya, stabilitas ekonomi dunia sangat berkaitan dengan permintaan kendaraan. Ketika kondisi ekonomi terganggu, daya beli masyarakat berpotensi ikut melemah sehingga memengaruhi penjualan otomotif.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

BYD Akan Bangun 6.000 Flash Charging di Luar China, Apa Termasuk Indonesia?

14 hari lalu

Sabet Penghargaan di Automotive Awards 2026, Bos BYD Ungkap Komitmen Besar di Indonesia

15 hari lalu

Raih Penghargaan di Indonesia Automotive Awards, BYD M6 DM Sumbang 20 Persen SPK di GIIAS 2026

16 hari lalu

10 Merek Mobil dengan Penjualan Terbanyak di Indonesia Juli 2026: Toyota Kokoh, BYD Rebut 3 Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal