Produsen Mobil di Indonesia Waspadai Dampak Buruk Konflik di Timur Tengah

Dani M Dahwilani
Ketegangan di Timur Tengah yang terus berlangsung dikhawatirkan dapat mengganggu rantai pasok komponen otomotif. (Foto: Ilustrasi AI)

Selain itu, perusahaan juga mengantisipasi kemungkinan peningkatan biaya logistik apabila konflik membuat jalur pengiriman global terganggu. Situasi tersebut berpotensi menambah biaya operasional yang pada akhirnya bisa berdampak pada harga kendaraan.

Di sisi lain, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menilai konflik di Timur Tengah juga memberikan perspektif berbeda bagi industri otomotif. Menurut dia, ketidakpastian geopolitik justru menegaskan pentingnya percepatan transisi menuju kendaraan listrik di berbagai negara.

Ketergantungan dunia terhadap energi fosil dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat sektor transportasi rentan terhadap konflik geopolitik. Karena itu, kendaraan listrik dianggap sebagai alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis minyak.

"Kami konsisten dengan strategi elektrifikasi kendaraan," katanya.

BYD menilai tren elektrifikasi kendaraan akan semakin relevan di tengah dinamika geopolitik global. Peralihan menuju energi yang lebih bersih dan stabil diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem transportasi berkelanjutan.

Sementara itu, PT Toyota-Astra Motor (TAM) masih mengambil sikap hati-hati dengan memantau situasi global. Perusahaan memilih menunggu perkembangan kondisi sebelum menentukan langkah strategis selanjutnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
10 hari lalu

Sabet Penghargaan di Automotive Awards 2026, Bos BYD Ungkap Komitmen Besar di Indonesia

11 hari lalu

Raih Penghargaan di Indonesia Automotive Awards, BYD M6 DM Sumbang 20 Persen SPK di GIIAS 2026

11 hari lalu

10 Merek Mobil dengan Penjualan Terbanyak di Indonesia Juli 2026: Toyota Kokoh, BYD Rebut 3 Besar

13 hari lalu

Suzuki Serahkan XL7 Terbaru ke Lebih dari 1.300 Konsumen Pertama di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal