Risiko Kerusakan Mobil Menerjang Banjir Lebih Berat Ketimbang Terendam

Riyandy Aristyo
Potensi kerusakan mobil yang melibas banjir lebih berat ketimbang kendaraan terendam banjir di rumah atau parkiran. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

"Walaupun tinggi banjir sebatas ban atau di bawah pintu, usahakan jangan dilewati karena masih berisiko. Apalagi yang tingginya melebihi itu, takutnya terjadi water hammer," katanya.

Menurut Jusri, kalau mobil terkena water hammer, biaya perbaikannya sangat mahal. Apalagi, bila mesin mobil tidak bisa menyala atau piston tidak bisa berputar.

"Yang rusak biasanya setang piston patah, atau bahkan lebih buruk lagi pistonnya pecah. Blok mesin juga berpotensi pecah. Biaya untuk pergantian kedua komponen tersebut sangat mahal," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
7 hari lalu

SMPN 16 Medan Rampung Direnovasi gegara Langganan Banjir, Mendikdasmen: Tak Perlu PJJ Lagi

27 hari lalu

Banjir Dahsyat Nepal-China: Korban Tewas Jadi 362 Orang, 1.400 Lainnya Hilang

1 bulan lalu

Waspada! Banjir Rob Mengintai di Sejumlah Wilayah Pesisir hingga Awal September 2026

1 bulan lalu

Presiden Korsel Lee Sampaikan Belasungkawa Gempa Dahsyat NTT, malah Dikritik Netizen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal