Rugikan Industri Dalam Negeri, Pemerintah Diminta Stop Kebijakan Impor Mobil Listrik

Muhamad Fadli Ramadan
Rugikan industri otomotif dalam negeri, pemerintah diminta melakukan evaluasi secara menyeluruh dan tidak melanjutkan kebijakan impor mobil listrik. (Foto: Dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Riyanto mendorong pemerintah memberi insentif yang mendukung peningkatan perekonomian dalam negeri. Seperti diketahui, saat ini pasar mobil di Indonesia sedang melemah. 

Namun di tengah lesunya penjualan, mobil impor mencatatkan kenaikan khususnya mobil listrik. Ini terjadi karena pemerintah memberikan insentif yang sangat besar.

Riyanto memandang insentif tersebut sudah cukup untuk melakukan pengujian pasar mobil listrik impor. Sekarang pemerintah bisa fokus memberikan insentif berbasis emisi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar bisa memacu industri otomotif domestik.

"Berikan kebijakan fiskal yang konsisten, fair dan proporsional berbasis emisi dan TKDN. Kendaraan yang berkontribusi mengurangi emisi cukup besar dan dampak terhadap perekonomiannya besar patut memperoleh insentif yang besar pula," ujar Riyanto di kantor Kemenperin, Jakarta, belum lama ini.

Riyanto mengatakan insentif impor mobil listrik hanya menguntungkan produsen karena tidak ada industri lain yang terlibat di dalamnya. Sebab itu, dia meminta pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh dan tidak melanjutkan kebijakan tersebut.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
14 hari lalu

Agrinas Ungkap Harga Mobil Produksi Dalam Negeri 25 Persen Lebih Mahal dari India, Begini Kata Gaikindo

Mobil
15 hari lalu

Impor 105.000 Mobil Pikap dari India Akhirnya Ditunda, Gaikindo: Industri Dalam Negeri Mampu!

Mobil
17 hari lalu

Indonesia Bisa Produksi Lebih dari 400.000 Pikap per Tahun, Kenapa Malah Impor?

Nasional
17 hari lalu

Kadin Minta Presiden Batalkan Rencana Impor 105.000 Unit Pikap dari India

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal