Selain Ramah Lingkungan, Ini Keuntungan Memiliki Kendaraan Listrik

Dani M Dahwilani
Mobil listrik murni memperoleh sejumlah fasilitas dari pemerintah, antara lain pajak kepemilikan  lebih rendah pada pembelian awal, bebas DP, tak terkena ganjil genap. (Foto: Hyundai)

Selain itu, HMID bekerja sama dengan PT Jasa Marga Related Business akan menyediakan infrastruktur DC Fast Charging di Rest Area KM 519A (Sragen) di jalur Tol Jakarta menuju Surabaya dan Rest Area KM 519B (Sragen) di jalur Tol Surabaya menuju Jakarta.

“Hyundai pun membekali konsumen dengan portable charger di kendaraan sehingga pemilik bisa melakukan pengisian ulang baterai mobil listrik Ioniq Electric dan Kona Electric di rumah atau di mana saja, tidak perlu antre. Bahkan bisa sambil melakukan aktivitas lain dengan nyaman. Charger yang kami sediakan menggunakan steker yang umum di Indonesia sehingga pengisian daya semudah mengecas baterai smartphone. Pemilik mobil listrik tak perlu antre di SPBU,” kata Makmur.

Minim Perawatan

Keunggulan lain mobil elektrik adalah tidak membutuhkan perawatan sebanyak mobil bertenaga bahan bakar atau bensin (kovensional). Mobil ini juga lebih senyap karena tidak ada gemuruh suara mesin.

General Manager Service PT Hyundai Motors Indonesia, Putra Samiaji mengatakan kendaraan listrik masih butuh perawatan berkala, namun tidak sesering mobil bensin. "Untuk mobil listrik tentu masih butuh servis berkala. Namun karena komponen yang berputar sedikit, jadi perputaran berkalanya efisien dan murah," katanya.

Dia menuturkan, perawatan atau servis untuk mobil listrik biasanya dilakukan dengan interval 15.000 km atau sudah digunakan selama satu tahun (mobil bensin 10.000 km atau 6 bulan).

"Interval perawatan biasanya setelah mencapai 15 ribu km atau sudah dipakai setahun, dan cuma sekali (servis). Yang rutin diganti hanya AC filter, terkait sirkulasi udara kabin. Kemudian, fluida seperti baterai cooler (pendingin baterai) diganti tiap (sudah mencapai) 60 ribu km, serta jangan lupa untuk mengecek rem dan olinya. Di luar itu tidak ada," ujar Putra.

Dia menambahkan, kendaraan ini tidak menggunakan engine running, tapi punya motor penggerak roda yang butuh pelumas. "Tidak butuh banyak, hanya sekitar 1 liter, dan tidak perlu pergantian berkala karena bertahan untuk penggunaan cukup lama. Jadi tak banyak pelumasan yang perlu diganti secara berkala seperti mobil konvensional. Sangat irit," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lepas Boyong Mobil Listrik E4 EV ke Indonesia, Jarak Tempuh Tembus 500 Km

57 tahun lalu

BAIC Bakal Luncurkan SUV Listrik Baru T1 di Indonesia, Isi Daya Cuma 25 Menit

57 tahun lalu

Kasus BMW Listrik yang Hancur Diamuk Massa di Jakbar Berakhir Damai

57 tahun lalu

2 Pabrik Komponen Otomotif di Indonesia Pindah ke Vietnam, Ribuan Karyawan Terancam PHK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal