Pada mobil berpenggerak roda belakang maupun 4WD, masalah juga bisa berasal dari cross joint propeller shaft yang aus atau macet. Komponen ini berfungsi menyalurkan tenaga dari transmisi ke gardan. Jika mengalami kerusakan, putaran poros menjadi tidak stabil dan getaran dapat merambat hingga ke setir.
Penyebab lainnya adalah engine mount yang mulai aus. Komponen berbahan karet tersebut berfungsi menopang mesin sekaligus meredam getaran. Saat karetnya retak atau rusak, getaran mesin akan lebih mudah masuk ke kabin dan terasa pada setir.
Khusus mobil bertransmisi manual, kampas kopling atau flywheel yang aus juga dapat memicu getaran pada setir, terutama saat mobil mulai berjalan atau ketika berpindah gigi. Penyaluran tenaga yang tidak merata membuat kendaraan terasa bergetar saat berakselerasi.
Tak hanya itu, link stabilizer yang aus atau longgar juga menjadi penyebab umum setir bergoyang. Komponen ini berfungsi menjaga kestabilan kendaraan saat melewati tikungan maupun jalan bergelombang. Jika rusak, getaran dari roda akan lebih mudah diteruskan ke sistem kemudi.
Masalah juga dapat muncul apabila kendaraan belum melakukan spooring dan balancing. Ketidakseimbangan roda maupun perubahan sudut roda membuat mobil kehilangan kestabilan sehingga setir bergetar, terutama saat melaju pada kecepatan menengah hingga tinggi.