JAKARTA, iNews.id – Suzuki menegaskan keseriusannya memasuki era kendaraan elektrifikasi dengan menghadirkan mobil listrik perdana mereka, Suzuki e-Vitara. Setelah menuai hasil positif di segmen hybrid, pabrikan asal Jepang tersebut kini bersiap melangkah lebih jauh ke pasar mobil listrik murni.
Suzuki e-Vitara dijadwalkan meluncur secara resmi pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Sebelumnya, model ini telah lebih dulu dipamerkan dalam bentuk konsep di GIIAS 2025 dan GJAW 2025, sekaligus menjadi sinyal kuat arah baru strategi Suzuki di Indonesia.
Dalam pengembangan pasar kendaraan elektrifikasi, Suzuki Indonesia menerapkan strategi multi-pathway dengan menghadirkan beragam teknologi sesuai kebutuhan konsumen Tanah Air. Untuk segmentasi produk, perusahaan saat ini memusatkan perhatian pada kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) yang dinilai paling relevan dengan tren pasar domestik maupun global.
“Sebagaimana komitmen kami, kami mengusung strategi multi-pathway. Untuk segmentasi memang kita fokus pada SUV, sesuai dengan perkembangan pasar di Indonesia dan global,” ujar Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra kepada media di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Secara keseluruhan, Suzuki Indonesia membidik target market share penjualan mobil sebesar 9,5 persen. Dia mengakui, dibandingkan 2024, terjadi penurunan volume penjualan sepanjang 2025. Meski begitu, pangsa pasar di sektor retail sales tetap terjaga.
“Itu yang membuat kami optimistis dan menargetkan market share tahun ini sebesar 9,5 persen,” kata Donny.
Pada 2024, Suzuki Indomobil Sales mencatatkan retail sales sebanyak 69.392 unit dengan market share 7,8 persen, sementara wholesales mencapai 66.809 unit atau setara 7,7 persen. Adapun sepanjang 2025, retail sales berada di angka 64.838 unit dengan market share tetap 7,8 persen, sedangkan wholesales tercatat 66.345 unit dengan pangsa pasar meningkat menjadi 8,3 persen.