Secara global, BYD memang memiliki teknologi hybrid yang dikenal sebagai DM-i atau Dual Mode Intelligent. Sistem ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan berjalan menggunakan tenaga listrik dalam kondisi tertentu. Sementara mesin bensin berfungsi sebagai sumber tenaga tambahan sekaligus membantu mengisi daya baterai.
Jika benar kendaraan yang diuji adalah BYD M6 PHEV, model ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen. Terutama bagi mereka yang ingin merasakan efisiensi mobil listrik namun tetap membutuhkan fleksibilitas mesin bensin saat menempuh perjalanan jauh.
Berdasarkan spekulasi yang beredar, M6 PHEV kemungkinan akan menggunakan teknologi DM-i generasi terbaru milik BYD. Sistem tersebut dikenal sebagai DM-i 5.0 yang sudah digunakan pada sejumlah model hybrid BYD di pasar global.
Perkiraan spesifikasinya mencakup mesin bensin berkapasitas 1.5 liter. Mesin tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tenaga sekitar 99 hp.
Selain itu, mobil juga akan dipadukan dengan motor listrik berkekuatan sekitar 160 kW atau setara 215 hp. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik ini diharapkan mampu memberikan performa yang efisien sekaligus responsif.
Sistem hybrid DM-i 5.0 memungkinkan kendaraan berjalan menggunakan tenaga listrik dalam berbagai kondisi berkendara. Pada saat yang sama, mesin bensin dapat berperan sebagai sumber tenaga tambahan sekaligus pengisi daya baterai.