Tewaskan 3 Orang, Amerika Investigasi Teknologi Autopilot Tesla

Tangguh Yudha
Kecelakaan mobil listrik Tesla Model S menewaskan tiga orang telah memicu penyelidikan regulator terhadap sistem autopilot Tesla. (Foto: Reuters)

NHTSA mengatakan pada Agustus 2021 pihaknya membuka penyelidikan terhadap Autopilot setelah 11 kecelakaan dengan kendaraan first responder yang diparkir sejak 2018 yang mengakibatkan 17 cedera dan satu kematian.

NHTSA sendiri telah dikritik oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) karena gagal memastikan produsen mobil menyertakan fitur keselamatan yang tepat di kendaraan otonom Level 2 mereka.

Ketua NTSB Jennifer Homendy menyebut penggunaan full self-driving untuk sistem Autopilot Tesla telah menyesatkan dan tidak bertanggung jawab. Dia menilai Tesla telah menyalahgunakan teknologi.

Di sisi lain, Founder Tesla Elon Musk membantah tuduhan tersebut. Perusahaan menyebut Autopilot secara keseluruhan lebih aman daripada kontrol manual penuh meskipun ada kekhawatiran crash.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
23 jam lalu

Pamer Konsep Mobil, Lepas Ungkap Arah Desain Kendaraan Listrik ke Depan

1 hari lalu

Elon Musk Terima Kompensasi Rp2.853 Triliun dari Tesla, Setara 2,5 Juta Kali Gaji Karyawannya

2 hari lalu

Penjualan Tembus Ribuan Unit, VinFast VF 3 Jadi Mobil Listrik Terlaris di Filipina

3 hari lalu

Tesla Roadster Bisa Terbang dan Ngebut 0,5 Detik? Banyak yang Ragu hingga Jadi Meme

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal