Tewaskan 3 Orang, Amerika Investigasi Teknologi Autopilot Tesla

Tangguh Yudha
Kecelakaan mobil listrik Tesla Model S menewaskan tiga orang telah memicu penyelidikan regulator terhadap sistem autopilot Tesla. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Kecelakaan mobil listrikTesla Model S menewaskan tiga orang telah memicu penyelidikan regulator terhadap sistem autopilot Tesla. Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat (AS) menyatakan saat ini tengah melakukan penyelidikan dan dan menyelidiki lebih dari 30 insiden yang melibatkan Autopilot Tesla.

Kecelakaan mobil Tesla Model tersebut terjadi di jalur Mariners Mile Newport Beach, AS pada 12 Mei. Mobil listrik tersebut dilaporkan menabrak trotoar dan menewaskan tiga orang penumpangnya.

Selain mencelakai penumpang, mobil Tesla Model S tersebut juga melukai pekerja konstruksi yang sedang bekerja di dekat lokasi kejadian. Korban bahkan sampai dilarikan ke rumah sakit.

Dilansir dari Engadget, Jumat (20/5/2022), Tesla adalah salah satu dari sejumlah pembuat mobil yang telah merilis sistem bantuan pengemudi Level 2 yang dirancang untuk memudahkan tugas mengemudi.

Sistem tersebut jauh dari self-driving penuh (Level 4 atau 5), dan Tesla secara khusus menginstruksikan pengemudi untuk memperhatikan jalan dan tetap memegang kemudi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 jam lalu

Baru 2 Pekan, Wuling Ungkap Aira ev Bukukan Lebih dari 3.500 SPK

9 hari lalu

Mengaspal di GIIAS 2026, Intip Fitur pada Changan Nevo Q05

9 hari lalu

Pameran Otomotif Internasional GIIAS 2026 Hadirkan Lebih dari 65 Merek Global

11 hari lalu

Serba-serbi GIIAS 2026: Guinness World Records Pecah Kompetisi Mekanik Terbesar di Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal