Toyota Dukung Indonesia Jadi Basis Produksi Kendaraan Listrik

Dani M Dahwilani
Di IEMS 2019, Toyota menghadirkan C-HR Hybrid Electric Vehicle (HEV), Prius PHEV, i-ROAD Battery Electric Vehicle (BEV), dan Mirai Fuel-Cell Electric Vehicle. (Foto: Toyota)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah menetapkan industri otomotif sebagai salah satu sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0. Untuk itu, Indonesia menargetkan dapat menjadi basis produksi kendaraan listrik (electrified vehicle) untuk pasar domestik dan ekspor pada 2030.

Langkah ini ditandai dengan digelarnya pameran kendaraan listrik pertama Indonesia Electric Motor Show (IEMS), pada 4-5 September 2019 di Balai Kartini, Jakarta. Dalam pameran tersebut, produsen otomotif, termasuk Toyota turut mendukung kegiatan dengan menampilkan beragam pilihan kendaraan elektrifikasi.

Di IEMS 2019, Toyota menghadirkan pilihan teknologi elektrifikasi terlengkap dengan menampilkan empat jenis teknologi, yaitu C-HR Hybrid Electric Vehicle (HEV), Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), i-ROAD Battery Electric Vehicle (BEV), dan Mirai Fuel-Cell Electric Vehicle (FCEV).

“Toyota akan terus berupaya menghadirkan teknologi kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di setiap negara termasuk Indonesia. Tidak hanya itu, kami juga memiliki perhatian yang tinggi untuk dapat memberikan sumbangsih dalam pengembangan industri kendaraan elektrifikasi termasuk di dalamnya industri rantai pasok, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar domestik serta berpotensi merambah pasar ekspor. Tren global saat ini adalah menuju kendaraan rendah emisi,” ujar Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia TMIIN, Warih Andang Tjahjono dalam keterangan persnya, Rabu (4/5/2019).

Toyota telah memperkenalkan Prius sebagai model HEV perdana yang mengaspal di pasar domestik pada 2009. Selain Prius, juga tersedia ragam pilihan kendaraan berteknologi hybrid di Indonesia, yaitu Camry, Alphard serta C-HR yang baru saja diluncurkan pada awal 2019. Tidak hanya teknologi kendaraan elektrifikasi, pilihan teknologi flexi engine yang dapat mengakomodasi bahan bakar berbasis nabati/bio seperti biodiesel dan etanol juga tersedia bahkan ethanol engine telah diekspor utuh sejak 2012 ke Argentina.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
2 hari lalu

Grab dan GAC Siapkan 20.000 Armada Kendaraan Listrik di Asia Tenggara

Mobil
9 hari lalu

BYD Siapkan Sealion 06 EV Jarak Tempuh 710 Km, Apa Akan Diboyong ke Indonesia?

Mobil
13 hari lalu

China Perketat Aturan Mobil Listrik mulai 2026, Tak Ikut Regulasi Insentif Dihapus

Mobil
14 hari lalu

Ekspedisi Lintas Nusa, Veloz Hybrid Capai Jarak Tempuh 3.000 Km 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal