“Itu hanya sekitar enam detik dari tur satu jam yang berjalan sangat baik. Saya rasa dia sangat menikmatinya dan kami juga,” kata Bill Ford kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, juru bicara Ford menyampaikan pernyataan resmi kepada TMZ dengan menekankan nilai inti perusahaan. “Kami mengadakan acara yang hebat hari ini dan bangga dengan bagaimana karyawan kami mewakili Ford. Salah satu nilai inti kami adalah rasa hormat, dan kami tidak mentolerir pernyataan tidak pantas di dalam fasilitas kami,” ujar pernyataan tersebut.
Dari pihak Gedung Putih, Direktur Komunikasi Steven Cheung membela sikap Presiden. Kepada Washington Post, dia menyebut respons Trump sebagai tindakan wajar. “Seseorang berteriak dengan kata-kata kasar dalam kemarahan, dan Presiden memberikan tanggapan yang tepat dan tidak ambigu,” ujarnya.
Gestur kontroversial tersebut menambah daftar panjang momen serupa dalam sejarah politik AS. Mantan Presiden George W. Bush pernah tertangkap kamera mengacungkan jari tengah di belakang layar wawancara televisi, sementara Wakil Presiden Nelson Rockefeller melakukan gestur serupa pada 1976 yang kemudian dikenal sebagai “Salam Rockefeller.”
Dalam beberapa tahun terakhir, Wakil Presiden JD Vance juga sempat menuai sorotan usai menggunakan gestur yang sama dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Republik di Ohio.
Terlepas dari kontroversi tersebut, kunjungan Trump ke pabrik Ford River Rouge sejatinya bertujuan menegaskan dukungannya terhadap kebijakan ekonomi “America First.” Kunjungan itu berlangsung di tengah langkah Ford yang mulai mengurangi agresivitas pengembangan kendaraan listrik dan kembali menekankan manufaktur konvensional di AS.