JAKARTA, iNews.id – Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke pabrik perakitan Ford di Dearborn, Michigan, mendadak menjadi sorotan publik. Bukan karena agenda industrinya, melainkan akibat gestur provokatif yang terekam kamera dan viral di media sosial.
Dalam sebuah video yang beredar luas, Trump tampak melontarkan ucapan bernada kasar kepada seseorang di luar kamera. Tak lama berselang, Presiden AS itu juga terlihat melakukan gerakan tangan yang banyak pihak ditafsirkan sebagai isyarat tidak pantas, sebelum kembali melanjutkan tur jalur produksi Ford F-150.
Momen tersebut langsung memicu perbincangan hangat di ruang publik, mengingat jarang terjadi seorang presiden yang tengah menjabat menunjukkan sikap demikian di hadapan publik, terlebih dalam kunjungan resmi ke fasilitas industri.
Dilansir dari Carscoops, Kamis (15/1/2026), insiden itu disebut dipicu oleh teriakan seorang pria yang menuding Trump sebagai pelindung pedofil. Tuduhan tersebut diduga berkaitan dengan kembali mencuatnya sorotan publik terhadap dugaan keterlibatan Trump dalam kasus Jeffrey Epstein.
Pria yang meneriakkan tuduhan tersebut diketahui bernama TJ Sabula, karyawan Ford berusia 40 tahun sekaligus anggota serikat pekerja United Auto Workers (UAW). Ford dilaporkan telah menskors Sabula atas insiden tersebut.
Sabula mengaku belum mengetahui dampak jangka panjang terhadap pekerjaannya. Namun, dia menegaskan tidak menyesali aksinya. “Sejauh menegurnya, sama sekali tidak ada penyesalan,” ujarnya.
Menanggapi kejadian itu, Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford, menyebut insiden tersebut sebagai hal yang disayangkan dan memalukan. Meski demikian, dia berupaya meredam polemik dengan mengatakan kejadian tersebut hanya berlangsung singkat.