Chery menyebut motor ini dapat diisi ulang menggunakan perangkat pengisian daya umum. Namun, perusahaan belum merinci apakah kendaraan tersebut mendukung pengisian daya AC atau DC, atau keduanya.
Model lainnya bernama Grow C3, sebuah motor bergaya cruiser yang mengusung teknologi EREV. Chery menyebutnya sebagai kendaraan penjelajah cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan teknologi jangkauan diperluas.
Berbeda dari motor listrik murni, teknologi EREV menggunakan sistem pembangkit tambahan untuk memasok energi listrik sehingga berpotensi memperpanjang jarak perjalanan. Meski demikian, Chery belum mengumumkan spesifikasi lengkap sistem penggerak Grow C3.
Motor ini juga dirancang untuk mendukung aktivitas luar ruang, termasuk berkemah. Melalui fitur vehicle-to-load (V2L), kendaraan dapat menyalurkan listrik untuk mengoperasikan perangkat elektronik di luar motor, sehingga berpotensi menggantikan fungsi generator portabel.
Pasar Motor Listrik Jadi Peluang Baru Chery
Langkah Chery memasuki industri kendaraan roda dua berlangsung ketika pasar otomotif China menghadapi persaingan ketat, termasuk kekhawatiran mengenai kejenuhan pasar dan kelebihan kapasitas produksi.