Busa jok juga terasa empuk sehingga memberikan kenyamanan pada pengendaranya. Sayang, dek kaki terlalu tinggi karena penempatan baterai, sehingga membuatnya kurang nyaman.
Memiliki bobot 89 kg, ICON e: cukup lincah dan sangat ringan, sehingga cocok untuk pengendara wanita. Bobot yang ringan didukung center of gravity yang rendah, berkat baterai yang berada di bawah, membuatnya terasa nyaman dikendarai.
Untuk performa, mengusung motor listrik tipe hub drive atau penggerak di velg belakang, tarikannya cukup halus. Motor listrik itu memiliki tenaga 1,81 kW atau setara 2,43 hp pada 619 rpm dan torsi puncak 85 Nm pada 110 rpm.
Ketika jurnalis menjajal mode ECON, tenaga yang dihasilkan keluar secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk efisiensi baterai, terutama saat kondisi jalan macet. Kecepatan tertingginya juga tidak sampai 40 km/jam.
Sementara dengan mode Standard, ICON e: melaju lebih kencang dan tarikan awalnya juga sedikit lebih agresif, meski ada sedikit jeda. Honda mengklaim kecepatan maksimalnya mencapai 55 km/jam, sayang kami tidak bisa menjajalnya karena tidak tersedia trek lurus yang cukup.
Secara keseluruhan, motor listrik ICON e: cukup nyaman apabila digunakan untuk berkendara sendiri. Tapi, belum diketahui apabila digunakan untuk berboncengan melewati kondisi jalan dengan tanjakan dan turunan.