Begini Potret Mudik Lebaran Era 1990-an, Penumpang Rela Berdesak-desakan Demi  Pulang Kampung

Muhamad Fadli Ramadan
Mudik dan Lebaran bisa dikatakan sebagai dua hal yang tak dapat dipisahkan yang sudah begitu lama menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. (Foto: Tangkapan Layar RCTI Files)

JAKARTA, iNews.id – Momen mudik Lebaran atau Idul Fitri sangat dinantikan semua orang yang sedang merantau ke kota-kota besar di Indonesia. Bagi yang menggunakan jasa transportasi umum, tak masalah untuk berdesak-desakkan demi bisa kembali ke kampung halaman.

Mudik dan Lebaran bisa dikatakan sebagai dua hal yang tak dapat dipisahkan yang sudah begitu lama menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia usai Ramadhan. Apa pun yang terjadi, setiap orang akan berusaha untuk mudik agar bisa berkumpul dengan keluarga di Hari Raya.

Tak seperti sekarang, melakukan mudik pada 1990-an, orang-orang harus berebut dan berdesakan untuk naik bus. Itu terlihat dari video di kanal YouTube RCTI Files, di mana mereka berebut saat naik bus, bahkan harus diatur oleh petugas kepolisian.

Dalam tayangan video tersebut, diambil di Terminal Pulo Gadung ketika mudik lebaran Idul Fitri pada 1997. Dikatakan dalam vdeo tersebut, seluruh calon penumpang sudah memiliki tiket dan hanya menunggu kedatangan bus yang mengantar ke tujuan mereka.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Nasional
18 hari lalu

Jelang Lebaran 2026, Kakorlantas Instruksikan Jajaran Awasi Kesiapan Armada dan Disiplin Sopir

Megapolitan
1 bulan lalu

Arus Balik Mulai Terlihat di Sejumlah Stasiun, Penumpang Tiba di Jakarta Meningkat

Nasional
1 bulan lalu

Puncak Mudik Nataru Terjadi Hari Ini, Bandara Soetta Dipadati Penumpang

Nasional
2 bulan lalu

Catat! Ini Titik Rawan Macet saat Puncak Mudik Nataru 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal