"Honda culture bukan hanya sebuah produk. Honda culture adalah kultur engineering, kultur performa, dan juga heritage dari orang-orang yang benar-benar menikmati mobil, bukan sekadar alat transportasi," jelasnya.
Billy menuturkan filosofi tersebut tetap menjadi benang merah di seluruh jajaran kendaraan Honda, mulai dari mobil bermesin bensin, hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai.
Menurutnya, teknologi boleh berubah mengikuti perkembangan zaman, tetapi sensasi berkendara yang menjadi ciri khas Honda harus tetap dipertahankan.
"Teknologinya boleh berubah, boleh berbeda, tetapi yang penting kendaraannya harus tetap terasa seperti sebuah Honda," katanya.