Namun, jiwa bisnis sang kakek yang merupakan pebisnis tulen ternyata turun kepada ayahnya. Ini yang membuatnya tidak nyaman saat menjadi PNS.
Pada 1975 dimulai dari satu bus bekas buatan India yang dibeli dari Bandung, Jawa Barat. "Bus tersebut dipakai jurusan Surabaya-Banyuwangi. Singkat cerita, akhirnya bapak resign dari PNS, dan konsen di bus, meskipun awalnya berdarah-darah," kata Ega dikutip dari kanal YouTube Perpalz TV.
Sementara itu, anak laki-laki Mustafa, Firman mengungkapkan, alasan memilih angkutan orang atau bisnis transportasi bus karena karakter sang ayah yang suka berpetualang dan jalan-jalan.
"Itu karena ayah orangnya suka mobile, waktu kecil dulu sekolah SMP udah di jogja, kemudian SMA sempet di jember, dan mungkin juga karena sering mengikuti kendaraan dan lalu lalang orang. Mungkin dari situ timbul membuat angkutan orang," ujar Firman yang menduduki direktur operasional PO Menggala.
Perusahaan tersebut kini sudah beroperasi lebih dari 40 tahun. PO Menggala menyediakan bus eksekutif dengan fasilitas lengkap.
Adapun fasilitas yang ditawarkan, yaitu AC, LC TV, DVD, Karaoke, Toilet, Reclining Seat. Armadanya pun berasal dari sejumlah sasis ternama, seperti Mercedes Benz, Mitsubishi dan Golden Dragon. Bus Executive tersebut melayani trayek Surabaya-Denpasar dan Surabaya Singaraja.
Selain bus eksekutif, PO Menggala juga memiliki trayek reguler Surabaya-Malang dan bus patas dengan trayek sama. PO Menggala sampai saat ini masih eksis dan menjadi pilihan masyarakat pengguna angkutan bus.