Klakson Telolet Basuri Bisa Bikin Senang tapi Menyimpan Bahaya, Kok Bisa?

Muhamad Fadli Ramadan
Rian menganggap klakson telolet basuri memiliki tujuan yang sangat baik, yaitu menghibur. (Foto: Instagram)

Ketua IPOMI (Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia) Kurnia Lesanin Adnan juga sepakat dengan oknum yang terlalu berlebihan. Dia mengatakan hal ini cukup positif bagi industri transportasi bus, tapi ia meminta euforianya jangan berlebihan.

“Sebenarnya gini, telolet itu lebih ke euforia, saya cukup menyayangkan banyak kru yang tidak paham. Bisa kita lihat di media sosial, bus lagi turun, di mana itu membutuhkan angin untuk pengereman tapi dia klakson telolet, itu mengurangi angin,” kata Sani kepada iNews.id saat ditemui di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Sani menyebut ada banyak perusahaan otobus yang belum memberikan penegasan kepada kru mereka untuk tak menambah perangkat yang dapat menimbulkan kecelakaan. Ditambah dengan euforia yang berlebihan yang membuat situasi semakin berbahaya.

“Tidak semua PO aware kepada jajarannya untuk menegaskan atau membatasi dan mengartikan larangan untuk euforia berlebihan. Ini yang perlu diberikan perhatian lebih,” kata dia.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Kemenhub Temukan 2.060 Bus Tak Layak Operasi saat Inspeksi Jelang Lebaran 2026

Megapolitan
12 hari lalu

2 Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Layang Cipulir, Bagian Depan Hancur

Nasional
25 hari lalu

Kemenhub Siapkan Mudik Gratis Bus dan Kereta Api untuk Lebaran 2026

Mobil
1 bulan lalu

Jakarta Makin Hijau! Bus Medium Listrik Dek Tinggi dari INVI Siap Mengaspal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal