Pengamat Beberkan Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata, Jam Operasional Jadi Sorotan

Muhamad Fadli Ramadan
Pengamat transportasi mengungkapkan dua pola terjadinya kecelakaan bus pariwisata, yakni rem blong dan sopir mengantuk. (Foto: ditjen_hubdat)

Selain itu, tikungan menuju lokasi wisata juga tidak memiliki lebar yang ramah bagi kendaraan besar dengan panjang 12 meter dan lebar 2,5 meter. Menurut Djoko, ini yang kerap memicu kecelakaan bus pariwisata.

“Kemudian hampir semua pengguna membuat itinerari perjalanan sungguh tidak manusiawi. Aktivitas dari pagi hingga sore untuk berwisata, kemudian malamnya berada di jalan untuk pulang,” ujarnya.

“Kalaupun ada waktu istirahat, hampir semuanya tidak ada yang memberi pengemudi tempat istirahat memadai. Peserta wisata tidur di hotel, pengemudi tidur di bus,” kata Djoko.

Selain itu, saat ini sebagian besar bus pariwisata merupakan armada bekas yang sebelumnya digunakan untuk trayek AKAP atau AKDP. Terlebih pemilik PO bus juga kerap tak melengkapi armada mereka dengan izin yang benar.

“Pengawasan di lapangan sangat sulit, dan masih berpelat kendaraan warna kuning. Semua kecelakaan bus wisata yang diinvestigasi KNKT adalah bus tanpa izin yang merupakan bus bekas peremajaan dari bus AKAP/AKDP,” ujar Djoko.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bus Pariwisata Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek, Picu Kemacetan Panjang

57 tahun lalu

Penampakan Bus Pariwisata Angkut 11 Orang terkait OTT Bupati Pekalongan ke Gedung KPK

57 tahun lalu

Kecelakaan Bus Rombongan Wisata di Tol Pemalang, 3 Orang Tewas 19 Luka-Luka

57 tahun lalu

Bus Pariwista Alami Rem Blong di Bromo Tewaskan 8 Orang, Status KIR Masih Aktif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal