Viral Sopir Bus Ramai-Ramai Hijrah ke PO Bagong, Ini yang Bikin Mereka Tinggalkan PO Bus Lama

Wahyu Sibarani
: PO Bagong menyeleksi sopir dengan sangat ketat agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal buat penumpang. (Foto: Instagram @hisyam 2542)

JAKARTA, iNews.id- Fenomena menarik terjadi di bisnis Perusahaan Otobus (PO) baru-baru ini. Tanpa angin tanpa hujan tiba-tiba saja banyak sopir bus dari berbagai PO hijrah atau pindah ke PO Bagong.

Diketahui PO Bagong sendiri merupakan PO bus asal Malang, Jawa Timur yang melayani rute antar kota antar provinsi (AKAP). Bagong didirikan pada 1998 oleh pria bernama Budi Susilo.

Sejarah PO Bagong dimulai pada 1994. Namun, seiring waktu, pada 1998 PO Bagong bukan hanya melayani trayek AKAP tapi juga mulai mengembangkan sayap untuk memenuhi kebutuhan transportasi di area pertambangan.

Bisa dibilang PO Bagong adalah pionir pengguna bus medium berkapasitas 36 penumpang. Meski mengangkut banyak penumpang tapi bus ini tetap nyaman dan aman.

Ternyata faktor dan kondisi di PO Bagong itu sendiri yang jadi daya tarik buat para sopir PO lain hijrah. Bambang, salah satu sopir PO Bagong yang direkam kanal YouTube GBB BUSSUOSS mengatakan faktor kenyamanan memang merupakan salah satu faktor yang dijadikan para sopir hijrah ke PO Bagong.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Megapolitan
1 hari lalu

Arus Mudik Lebaran, Terminal Pulo Gebang Mulai Dipadati Pemudik 

All Sport
2 hari lalu

Bus Resmi Timnas Futsal Indonesia Jadi Sorotan, Simbol Kekuatan #SatuKeluarga di Balik Perjuangan Garuda

Megapolitan
5 hari lalu

Pemprov DKI Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi 30.774 Orang, 709 Bus Disiapkan

Nasional
10 hari lalu

Kemenhub Temukan 2.060 Bus Tak Layak Operasi saat Inspeksi Jelang Lebaran 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal