"Jam istirahat langsung diambil sama anak-anak, setelah dia mengumpulkan ompreng mulai terasa lain dan lapor ke guru UKS," ujar Nurul.
Pihak sekolah sempat memberikan pertolongan pertama. Namun, jumlah siswa yang mengalami keluhan serupa terus bertambah sehingga penanganan di lingkungan sekolah tidak lagi mencukupi.
Para guru kemudian mengevakuasi siswa menggunakan kendaraan sekolah dan kendaraan pribadi menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan serta mendapat penanganan medis.
Menu MBG yang dibagikan kepada para siswa saat itu terdiri atas nasi, tahu goreng, ayam kecap dan buah semangka.
Dia menyampaikan, seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapat penanganan medis di RSUD dr Fauziah Bireuen. Pihak sekolah juga memprioritaskan keselamatan dan pemulihan kondisi para siswa.