Rina Muharami tercatat sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Gadis kelahiran Bayu, 16 Mei 1996 itu, merupakan putri pertama dari empat bersaudara Bukhari dan istrinya Nurbayani.
Rina menjalani sidang skripsi pada 24 Januari 2019 pukul 12.00 WIB. Namun, 13 hari setelahnya, dia dipanggil oleh Sang Pencipta. Rina meninggal dunia setelah menderita penyakit tifus stadium akhir hingga berujung pada saraf.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh tahun ini mewisuda sebanyak 2.011 orang lulusan pada semester ganjil tahun akademik 2018/2019. Rina merupakan satu dari ribuan mahasiswa tersebut yang tekun dan berjuang keras dalam mencapai cita-citanya.
Selama kuliah, dia merupakan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Dia juga lulus dengan predikat istimewa, dengan indeks prestasi kumulatif 3.51.
Rektor UIN Ar-Raniry Warul Walidin, mengatakan, kisah wisuda Rina Muharami menjadi contoh bagi mahasiswa lain untuk menyadari besarnya pengorbanan orang tua terhadap anaknya. Dia berharap hal itu bisa memotivasi mahasiswa lain untuk lebih giat belajar dan mengejar mimpi.
“Suasananya sangat mengharukan saat prosesi wisuda. Semua meneteskan air mata terharu melihat seorang bapak yang begitu luar biasa perhatiannya kepada anaknya. Dia masih terus memberikan perhatian pada anaknya sampai dia sudah meninggal dunia, dia datang di acara wisuda anaknya,” kata Warul Walidin.
Momen mengharukan saat wisuda ini juga banyak direkam oleh para wisudawan-wisudawati yang hadir saat prosesi wisuda. Mereka beramai-ramai mengunggahnya di media sosial sehingga menjadi viral dan mendapat banyak respons positif dari netizen.