Tuntut Izin Tambang Dicabut, Nelayan Goreng Ikan Asin di Depan Kantor PT Timah

Haryanto
Istri seorang nelayan Bangka Selatan, menggoreng ikan asin dan masak nasi di depan Kantor PT Timah, saat aksi demo berlangsung, Selasa (6/10/2020). (Foto:iNews.id/Haryanto)

Menurutnya, aksi nelayan yang mempertahankan wilayah mereka dari cengkeraman aktivitas pertambangan bukan kali pertama dilakukan. Sebab, penambangan telah merenggut penghasilan mereka yang mengandalkan hasil laut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Pertambangan di Bangka Selatan sempat stop secara keseluruhan sejak lima tahun lalu. Saat itu nelayan sudah mulai merasakan dampak kepulihan tangkap hasil ikan, tapi ini dimulai lagi aktivitas pertambangan," ucap Joni.

Untuk itu, nelayan menuntut ratusan ponton tambang timah laut di kawasan Sukadamai Toboali distop selamanya, baik yang legal dan ilegal.

"Apapun bentuk pertambangan diberhentikan secara keseluruhan bukan masalah legal dan ilegal. Jadi kami minta jika ada Surat Perintah Kerja (SPK) yang saat ini diterbitkan segara dicabut untuk selamanya," katanya.

Editor : Ikhsan Firmansyah
Artikel Terkait
13 hari lalu

Razia Depot Jamu, BBPOM Pangkalpinang Sita Ratusan Obat Kuat Pria Mengandung Bahan Kimia

1 bulan lalu

Massa Penambang Bakar Kantor PT Timah di Belitung Timur, Protes Harga Murah

2 bulan lalu

Tak Terbukti Malapraktik, Dokter Spesialis Anak RSUD Pangkalpinang Divonis Bebas

3 bulan lalu

Honda HR-V Terbakar di Jalan Sudirman Pangkalpinang, Pengendara Lain Panik Lihat Kobaran Api

3 bulan lalu

Polda Babel Bongkar Penimbunan Solar Subsidi 8.000 Liter, 3 Orang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal