10 Petugas Coklit di Bali Tolak Rapid Test Berdalih Alami Tekanan Psikologis

Bagus Alit
Ratusan petugas coklit KPU Kota Denpasar mengikuti rapid test di RSUD Wangaya, Senin (6/7/2020). (iNews.id/Aris Wiyanto)

BADUNG, iNews.id - Rapid test untuk petugas pemutakhiran data pemilih atau pencocokan dan penelitian (coklit) di Kabupaten Badung, Bali tak berjalan mulus. Sebanyak 10 petugas menolak rapid test dengan alasan mengalami tekanan psikologis.

"Ada pemikiran mereka merasa ada tekanan psikologis," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung, I Wayan Semara Cipta, Kamis (23/7/2020).

Sepuluh orang petugas yang belum bersedia menjalani rapid test itu berada di Legian. Mereka untuk sementara tidak dibolehkan menjalankan tugasnya sebelum mengikuti rapid test.

Agar tidak mengganggu prosek tahapan pemilihan, KPU Badung mengganti sepuluh orang tersebut dengan Petugas Pemungutan Suara (PPS) dari wilayah setempat.

"Karena ini komitmen kami setiap petugas yang menjalankan tugasnya harus menikuti rapid test untuk memberikan rasa aman saat turun ke masyarakat," ujarnya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
23 jam lalu

Viral Pria Bertudung Mencuri di Sejumlah Bar dan Restoran di Gianyar, Polisi Turun Tangan

2 hari lalu

Liburan Bersama Keluarga, WNA Inggris Tewas Tenggelam di Crystal Bay Nusa Penida Bali

5 hari lalu

Perempuan Bali Tewas di Pantai Purnama Gianyar, Diduga Jatuh ke Laut saat Ritual Melukat

11 hari lalu

World Encounter Summit 2026 di Bali, Tokoh Dunia Bahas Dampak AI Bagi Kemanusiaan

14 hari lalu

Eks Tentara Rusia Diadili Kasus Racik Narkoba Rp43,8 Miliar di Villa Bali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal