Untuk mengantisipasi kejadian serupa, petugas kepolisian bersama tim kesehatan melakukan patroli ke sejumlah SPBU. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga yang mengalami gangguan kesehatan saat mengantre segera mendapatkan pertolongan.
"Kami patroli kesehatan ke SPBU untuk mengantisipasi kejadian serupa," ucapnya.
Kelangkaan BBM di Kabupaten Jembrana juga memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Warga terpaksa menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, BBM yang tersedia di sejumlah SPBU di Jembrana hanya jenis Pertalite dan solar. Sementara itu, Pertamax dan Pertamax Turbo dilaporkan kosong sejak sehari sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengalokasikan lebih banyak waktu untuk mengisi bahan bakar. Antrean panjang yang berlangsung sejak dini hari juga meningkatkan risiko kelelahan bagi warga, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Polisi mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat mengantre dan segera meminta bantuan apabila mengalami pusing, lemas, atau gejala gangguan kesehatan lainnya.