Ayam dan Babi Sepi Pembeli, Pedagang di Bali Terpaksa Obral

Nyoman Sudika
Ilustrasi penjualan daging ayam (dok iNews.id)

JEMBRANA, iNews.id - Penjualan ayam potong dan daging babi di Bali merosot tajam sejak mewabahnya virus corona (Covid-19). Pedagang terpaksa mengobral demi menghabiskan stok.

Seperti yang terjadi di Pasar Negara. Para pedagang ayam di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Jembrana itu terpaksa mengobral dengan harga Rp20.000 untuk seekor ayam potong utuh. Padahal, di hari biasa, harga ayam yang mereka jual di kisaran Rp30.000 - Rp35.000 per kilo.

Para penjual ayam potong mengaku hampir sebulan terakhir mengalami penurunan omzet penjualan. Sepekan terakhir bahkan merosot hingga 60 persen.

Seorang penjual mengatakan, selain sepi pembeli, menurunnya penjualan daging ayam lantaran banyak warung makan dan pengusaha restoran yang menjadi pelanggan mereka menutup usaha sejak merebaknya corona.

"Sepi pembeli sejak corona," kata penjual ayam, Nur Hikmah.

Selain daging ayam, penjualan daging babi juga menurun. Merebaknya virus corona membuat pembeli daging babi di pasar semakin berkurang. 

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
4 hari lalu

Perempuan Bali Tewas di Pantai Purnama Gianyar, Diduga Jatuh ke Laut saat Ritual Melukat

10 hari lalu

World Encounter Summit 2026 di Bali, Tokoh Dunia Bahas Dampak AI Bagi Kemanusiaan

13 hari lalu

Eks Tentara Rusia Diadili Kasus Racik Narkoba Rp43,8 Miliar di Villa Bali

15 hari lalu

WNA Polandia Hilang di Pantai Tembles Jembrana, Diduga Terseret Arus saat Berenang

15 hari lalu

2 WNI Tewas Kecelakaan di Guyana, Keluarga di Jembrana Tunggu Kepulangan Jenazah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal