Covid-19 di Bali Masih Tinggi, PHDI dan Majelis Adat Batasi Upacara Panca Yadnya

Antara
PHDI dan Majelis Desa Adat membatasi pelaksanaan upacara dan ritual keagamaan. (Foto: iNews/Pande Wismaya)

Pembatasan yang diatur dalam SE tersebut di antaranya untuk upacara Dewa Yadnya (piodalan) hanya Ngaturang Piodalan Alit. Pelaksana hanya pemangku dan prajuru pura dengan jumlah paling banyak 10 orang. Umat melaksanakan persembahyangan Ngayeng/Ngubeng dari sanggah/merajan masing-masing.

Kemudian pemangku dan prajuru pura yang melaksanakan acara piodalan wajib mengikuti uji swab PCR atau swab antigen sehari sebelum acara dengan hasil negatif. 

Selanjutnya ritual piodalan tidak diiringi Seni Wali/Wawalen, seperti Gamelan dan Sasolahan. Pengawasan dilaksanakan oleh pecalang, babinkamtibmas, dan babinsa.

Untuk ritual lainnya seperti ketika ada warga Bali yang meninggal dunia, agar dilaksanakan upacara Mendem/Makingsan di Pertiwi atau Makingsan di Geni.

Pelaksana upacara paling banyak 15 peserta. Para pelaksana upacara wajib mengikuti uji swab PCR atau swab Antigen sehari sebelum acara dengan hasil negatif.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
13 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Badung Bali, Cek Kekuatan Magnitudonya!

15 hari lalu

Antre BBM Berjam-jam di Jembrana Bali, Sejumlah Warga Pingsan hingga Dilarikan ke RS

20 hari lalu

Mayat Perempuan Ditemukan dalam Kamar Kos di Gianyar, Polisi Turun Tangan

31 hari lalu

Penumpang KMP Cemerlang 55 Diduga Jatuh ke Laut di Gilimanuk, Masih Dicari Tim SAR

1 bulan lalu

Viral Pria Bertudung Mencuri di Sejumlah Bar dan Restoran di Gianyar, Polisi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal