Begitu gempa terjadi, semua penghuni berusaha menyelamatkan diri karena rumah mereka tertimpa longsor dari arah belakang.
"Cuma setengah menit dari gempa langsung longsor di rumah saya," kata ayah korban, Dede Solikin Adi Putra.
Dia beserta istri dan dua anaknya berhasil selamat. Sayangnya korban yang saat itu bersama bibinya tak bisa menyelamatkan diri.
Korban dan bibinya Sri Wahyuni akhirnya tewas tertimbun reruntuhan di dalam rumah.
"Dia sama bibinya mau menyelamatkan diri tapi nggak sempat, kena runtuhan," katanya.
Gempa Bali bermagnitudo 4,8 mengguncang Karangasem pagi tadi sekitar pukul 03.00 WIB. BPBD Bali menyebut tiga orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami patah tulang.
Ratusan bangunan yaitu rumah dan pura di Karangasem dan Bangli dilaporkan rusak. Getaran gempa bukan hanya dirasakan di Karangasem dan Bangli saja, tapi jug hingga ke Lombok NTB.