Menurut informasi, razia perut lapar ini berawal dari peristiwa seorang warga Legian yang tak bisa pulang kampung usai terkena PHK akibat pandemi Covid-19. Warga tersebut kelaparan hingga akhirnya meninggal dunia.
Agar peristiwa itu tak terulang, LPM Legian bersama Gerakan Aku for Bali berinisiatif melakukan aksi sosial bertajuk razia perut lapar ini.
"Sasaran kami juga warga pendatang yang tak bisa pulang kampung karena pandemi, juga pekerja pariwisata yang kehilangan pekerjaan. Karena mereka ini juga kami yang harus menyelamatkan," tuturnya.