Mengenal Tradisi Mepasah, Pemakaman Jenazah di Alam Terbuka di Bali

Nani Suherni
Tradisi Mepasah di Desa Trunyan, Bali (Foto: Wacana)

BANGLI, iNewsid - Tradisi Mepasah merupakan pemakaman dengan membiarkan jenazah berada di alam terbuka. Uniknya, tradisi ini hanya bisa ditemukan di Desa Trunyan. Terletak di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali

Dilansir dari portal Budaya Indonesia disebutkan jika, Desa Trunyan jadi salah satu wilayah yang dihuni Suku Bali Aga atau Bali Mula yang masih teguh memegang kepercayaan leluhurnya.

Diketahui, Bali Aga atau Bali Mula merupakan suku bangsa yang pertama mendiami Pulau Bali.

Jika biasanya kita mendengar ucapara Ngaben dalam menguburan di Bali maka berbeda dengan tradisi Mepasah. 

Jenazah warga yang meninggal akan diletakkan di bawah pohon. Kepercayan setempat menyebutkan dalam satu pohon hanya boleh menyimpan 11 jenazah. Lalu bagaimana jika ada jenazah baru? jenazah yang lama biasa akan dipindahkan terlebih dahulu.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Geber Motor Saat Antar Jenazah Berujung Tawuran di Makassar

57 tahun lalu

Jenazah Harun Teknisi Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Sekadau Dibawa ke Cimahi

57 tahun lalu

6 Jenazah dan 4 Korban Luka Kecelakaan Maut di Majalengka Dipulangkan ke Karawang

57 tahun lalu

Kawanan Lebah Mengamuk di Batang, 1 Orang Tewas 2 Luka-Luka

57 tahun lalu

Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah Pramugari Pesawat ATR 42-500 Florencia di Manado

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal