Upacara Ngerupuk di Bali, Ritual Usir Buta Kala Sebelum Nyepi

Reza Yunanto
Upacara Ngerupuk atau Pengerupukan digelar sehari menjelang Hari Raya Nyepi. (Foto : ANTARA)

Tahapan tersebut bermakna mengusir Buta Kala yang berada di rumah, pekarangan dan lingkungan sekitar.

Pengerupukan di Bali diramaikan dengan pawai ogoh-ogoh, sebuah patung berukuran besar yang merupakan simbol perwujudan Buta Kala.

Pada akhir Pengerupukan, ogoh-ogoh itu setelah diarak keliling desa akan dibakar. Ogoh-Ogoh yang dibakar itu sebagai simbol mengusir Buta Kala dan unsur-unsur jahat.

Pawai ogoh-ogoh di Bali. (Foto: ANTARA)

Saat Pengerupukan, masyarakat akan  berkeliling membawa obor dan mengobori rumah, pekarangan dan lingkungan sekitar. Pengerupukan dilakukan di tingkat banjar atau desa. Biasanya  mengelilingi wilayah banjar atau desa sebanyak tiga kali. 

Sebelum menggelar Pengerupukan, lebih dulu dilakukan Mecaru di tingkat rumah. 

Itu dia penjelasan Upacara Pengerupukan di Bali.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
12 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Badung Bali, Cek Kekuatan Magnitudonya!

14 hari lalu

Antre BBM Berjam-jam di Jembrana Bali, Sejumlah Warga Pingsan hingga Dilarikan ke RS

19 hari lalu

Mayat Perempuan Ditemukan dalam Kamar Kos di Gianyar, Polisi Turun Tangan

30 hari lalu

Penumpang KMP Cemerlang 55 Diduga Jatuh ke Laut di Gilimanuk, Masih Dicari Tim SAR

1 bulan lalu

Viral Pria Bertudung Mencuri di Sejumlah Bar dan Restoran di Gianyar, Polisi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal