Upacara Ngerupuk di Bali, Ritual Usir Buta Kala Sebelum Nyepi

Reza Yunanto
Upacara Ngerupuk atau Pengerupukan digelar sehari menjelang Hari Raya Nyepi. (Foto : ANTARA)

Tahapan tersebut bermakna mengusir Buta Kala yang berada di rumah, pekarangan dan lingkungan sekitar.

Pengerupukan di Bali diramaikan dengan pawai ogoh-ogoh, sebuah patung berukuran besar yang merupakan simbol perwujudan Buta Kala.

Pada akhir Pengerupukan, ogoh-ogoh itu setelah diarak keliling desa akan dibakar. Ogoh-Ogoh yang dibakar itu sebagai simbol mengusir Buta Kala dan unsur-unsur jahat.

Pawai ogoh-ogoh di Bali. (Foto: ANTARA)

Saat Pengerupukan, masyarakat akan  berkeliling membawa obor dan mengobori rumah, pekarangan dan lingkungan sekitar. Pengerupukan dilakukan di tingkat banjar atau desa. Biasanya  mengelilingi wilayah banjar atau desa sebanyak tiga kali. 

Sebelum menggelar Pengerupukan, lebih dulu dilakukan Mecaru di tingkat rumah. 

Itu dia penjelasan Upacara Pengerupukan di Bali.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
2 hari lalu

Perempuan Bali Tewas di Pantai Purnama Gianyar, Diduga Jatuh ke Laut saat Ritual Melukat

8 hari lalu

World Encounter Summit 2026 di Bali, Tokoh Dunia Bahas Dampak AI Bagi Kemanusiaan

10 hari lalu

Eks Tentara Rusia Diadili Kasus Racik Narkoba Rp43,8 Miliar di Villa Bali

12 hari lalu

WNA Polandia Hilang di Pantai Tembles Jembrana, Diduga Terseret Arus saat Berenang

13 hari lalu

2 WNI Tewas Kecelakaan di Guyana, Keluarga di Jembrana Tunggu Kepulangan Jenazah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal