10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

iNews TV
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Andiani Dewi menyampaikan keterangan terkait temuan virus super flu. (Foto: iNews TV)

Virus super disebut akan berdampak lebih berat jika menyerang kelompok rentan, terutama warga yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi kesehatan tertentu. Termasuk juga ke balita dan ibu hamil.

"Untuk kelompok rentan, gejalanya kian barat," katanya.

Meski demikian, Dinkes Jabar menyatakan virus super flu tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan virus Covid-19, meskipun memiliki tingkat penularan.

Vini Andiani Dewi menjelaskan bahwa kasus virus super flu dilaporkan pada periode Agustus hingga Oktober 2025 sebelum akhirnya mengalami penurunan.

“Ada 10 kasus dari Agustus sampai akhir tahun. Di Oktober sudah menurun, sekarang semua sudah sehat,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menghindari penularan virus.

“Perilaku hidup sehat. Kalau sakit istrahat di rumah, isolasi diri,” ujarnya.

Dinkes Jabar juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi temuan virus super flu. Warga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi serta beristirahat cukup.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pramono: Sampai Hari Ini di Jakarta Belum Ada Kasus Super Flu

57 tahun lalu

Super Flu Subclade K Mulai Menyerang Jakarta? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Heboh Super Flu, Dinkes DKI: Belum Ditemukan Kasus di Jakarta 

57 tahun lalu

Dinkes DKI Ungkap Penyebaran Kasus Super Flu di Jakarta

57 tahun lalu

62 Kasus Super Flu Subclade K Ditemukan di Indonesia, ini Gejalanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal