Beda Data Badan Geologi dan BMKG soal Dentuman Misterius di Bandung

iNews TV
Gunung Anak Krakatau erupsi dan menghasilkan fenomena air mancur lava setinggi hingga 400 meter, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: PVMBG)

BMKG menyebut arah angin yang berembus dari tenggara menuju barat serta jarak yang sangat jauh membuat gelombang suara Selat Sunda tak sampai ke Bandung. BMKG menyimpulkan dentuman tersebut lebih berasosiasi dengan pelepasan gas metana dari bawah endapan Danau Purba Bandung. 

Meski terdapat silang pandang mengenai sumber suara dentuman, Badan Geologi menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati kawah dalam radius bahaya serta tetap mewaspadai potensi lontaran batu pijar, awan panas, hingga hujan abu vulkanik.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Terungkap! BMKG Sebut Suara Dentuman Hebohkan Bandung Bukan dari Anak Krakatau

2 bulan lalu

Heboh Dentuman Keras di Bandung hingga Lampung, Ini Penjelasan Badan Geologi

3 hari lalu

Gempa Terkini Guncang Malang Jatim, Cek Kekuatan Magnitudonya

4 hari lalu

Gempa Hari Ini M 4,4 Guncang Labuan Bajo NTT, Berpusat di Laut

5 hari lalu

Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Terdeteksi di Langit Banten, Kualitas Udara Terdampak?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal