Bentrokan Petani dengan Kelompok Massa, Bupati Indramayu: Premanisme Tak Dihalalkan

Fathnur Rohman
Dua jenazah korban bentrokan di areal PG Jatitujuh hendak dibawa ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu. (Foto: Inin Nastain)

Dia sangat mengapresiasi respons cepat dari TNI-Polisi, yang turun tangan meredam bentrokan tersebut. Dia meminta agar pihak berwajib dapat memberi sanksi tegas kepada para pelaku.

"Saya minta aparat menindak tegas. Bukan berarti tidak mau melindungi, tapi jangan ada menunggangi kata masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif memastikan, kondisi di lokasi kejadiam hingga kini sudah kondusif. Menurutnya, bentrokan antarpetani tebu itu dipicu oleh provokasi dari sekelompok orang.

"Ada segerombolan preman yang ingin menguasai lahan, dan dia mengintimidasi para petani. Ada provokasi dari segelintir orang," kata Lukman.

Dia menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait bentrokan tersebut. Sejumlah orang pun telah diamankan, karena diduga terlibat dalam penyerangan itu sampai menimbulkan dua korban jiwa.

"Sudah kita amankan beberapa pentolan-pentolannya," ucap dia.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
5 tahun lalu

Pascabentrok Maut di Area PG Jatitujuh, Pemkab Majalengka Koordinasi dengan Indramayu

7 hari lalu

Rebutan Air Irigasi Sawah, Petani di Sragen Tewas Ditikam Tetangga

7 hari lalu

Ditusuk Tetangga saat Jogging, Kakek 65 Tahun di Sragen Tewas Mengenaskan

10 hari lalu

Tragis! Petani di Malang Tewas Terjebak Api saat Padamkan Kebakaran Lahan Tebu

14 hari lalu

Kebakaran Pasar Paniai Tewaskan 11 Orang, 49 Rumah Hangus hingga 148 Warga Mengungsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal