Berkonflik dengan Warga, Ponpes Tahfidz Qur'an Terancam Terusir dari Cihampelas KBB

Adi Haryanto
Aktivitas belajar mengajar santri Ponpes Tahfidz Qur'an Alam Maroko di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, KBB. (Foto: Adi Haryanto)

Dadang menutur, persoalan dengan warga yang akhirnya merembet kepada soal legalitas lahan, sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Persoalan ini pun sudah dimediasi oleh pemerintah desa pada 27 Januari 2021. 

Tapi pengurus Ponpes Tahfidz Qur'an Alam Maroko tidak menerima hasil mediasi karena dinilai penuh dengan agenda setingan. "Itu bukan mediasi. Pertemuan digunakan untuk menekan kami. Makanya sampai saat ini kami tidak menerima hasil pertemuan itu," tutur Dadang. 

Sementara itu, Kepala Desa Mekarjaya Ipin Surjana mengatakan, konflik antara pondok pesantren dengan warga setempat bermula dari ada komunikasi antarkedua belah pihak yang tidak selesai. 

Konflik kemudian membesar hingga akhirnya timbul kebencian dari warga dan akses masuk ke ponpes sempat diportal. "Warga inginnya pesantren bubar, karena dianggap tidak menghargai pengurus RT dan RW," kata Kades Mekarjaya Ipin. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
2 hari lalu

522 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung dan Longsor di Bandung Barat

10 hari lalu

Karhutla Katingan Dekati Ponpes, 5 Armada Pemadam Dikerahkan

11 hari lalu

Wapres Sowan ke Pesantren Dalwa Pasuruan, Tokoh NU Tekankan Peran Santri dalam Pembangunan

11 hari lalu

Kebakaran Hutan Lindung di Gunung Tangkuban Parahu, 1 Hektare Tanaman Pinus Hangus

22 hari lalu

Oknum Guru Ponpes di Lampung Utara Ditangkap Diduga Cabuli 5 Santriwati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal