Buntut Kematian Cenora, BBKSDA Jabar Evaluasi Izin Penangkaran Harimau Benggala Alshad Ahmad

Agung Bakti Sarasa
BBKSDA Jabar bakal mengevaluasi izin penangkaran harimau oleh Alshad Ahmad. (Foto/Ilustrasi)

Di sisi lain, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah diturunkan untuk mengevaluasi. Dalam tim tersebut, terdapat Badan Riset dan Inovasi (BRIN) yang akan meneliti secara ilmiah kematian bayi harimau tersebut.

"Jadi kan ada dua otoritas di sini, yang pertama adalah otoritas ilmiah yakni BRIN, dia sebagai otoritas ilmiah, sementara tim yang kedua adalah kami dari KLHK sebagai otoritas pengelola," ujar dia.

Irawan Asaad menuturkan, tim sudah melakukan nekropsi atau pembedahan atas bangkai bayi harimau bernama Cenora itu untuk diambil sampelnya. Sampel itu selanjutnya sudah dikirimkan ke Pusat Laboratorium Primata di Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk diteliti lebih lanjut.

"Karena kami bukan ahlinya mengetahui penyebabnya apa, bersama dokter hewan melakukan nekropsi, dicek dibedah dan segala macam, terus sampelnya dikirim ke Pusat Laboratorium Primata di IPB di Bogor untuk mengetahui lebih lanjut," tutur Irawan Asaad.

Menurut Kepala BBKSDA Jabar, penelitian untuk mengungkap penyebab kematian bayi harimau tersebut harus dilakukan dengan mengedepankan aspek keilmiahan. "Semua berbasis ilmiah. Kami tunggu hasil dari dokternya," ucap dia.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pedagang Gulai Kambing di Bandung Gembira Dapat Bantuan Gerobak dari Partai Perindo

57 tahun lalu

Budaya Islam China Meriahkan Peringatan Tahun Baru Hijriah di Bandung

57 tahun lalu

Alshad Ahmad Panen Kritik usai Harimau Peliharaannya Mati, Aktivis Lingkungan: Satwa Liar Hidup di Hutan Bukan di YouTube

57 tahun lalu

7 Harimau Peliharaannya Mati, Alshad Ahmad Dihujat Netizen

57 tahun lalu

Harimau Cenora Milik Alshad Ahmad Dikabarkan Mati, BBKSDA Jabar Akan Cek Kebenarannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal