Perselisihan tersebut kemudian berujung pada dugaan penganiayaan. Tiara mengalami luka serius di bagian wajah hingga harus melaporkan kejadian itu kepada polisi.
"Beliaunya tidak terima karena merasa saya mengkhianati beliau akhirnya terjadi pemukulan," ucapnya.
Sementara itu, pihak manajemen RS Sumber Waras, menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada polisi. Pihak rumah sakit juga menyebut dokter yang diduga terlibat telah dua kali tidak memenuhi panggilan manajemen.
"Pihak rumah sakit menyerahkan itu ke jalur hukum dari dokternya maupun perawatnya, kita serahkan ke kepolisian. Kalau rumah sakit untuk pelanggaran etik atau tidaknya kita belum mengambil keputusan karena masih dibahas di manajemen dan komite etik," ujar Wakil Direktur RS Sumber Waras, dr. Heskiano.
Saat ini, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Cirebon menangani kasus tersebut untuk mendalami dugaan penganiayaan dan mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait.