Industri Rantai Dingin Masih Minim, Tantangan bagi Distribusi Vaksin Covid-19

Arif Budianto
Bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac dikemas dalam kontainer khusus berpendingin tiba di PT Bio Farma, Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Industri rantai dingin (cold chain) di Indonesia masih sangat minim. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi distribusivaksin Covid-19 di Indonesia. 

Peneliti Logistik dari Universitas Widyatama Setijadi mengatakan, industri rantai dingin di Indonesia bisa dilihat antara lain dari data perbandingan antara ketersediaan cold storage dan jumlah penduduk. 

Di Indonesia, kapasitas cold storage sebesar 0,05 m3 per penduduk. Baru setengahnya dibanding India sebesar 0,10 meter kubik (m3) dan Amerika Serikat sebesar 0,36 m3 per penduduk.

Setijadi mengatakan, kebutuhan penguasaan rantai dingin juga terjadi dalam pendistribusian vaksin Covid-19 di Indonesia. 

"Penanganan dan pendistribusian 600 juta dosis vaksin itu menjadi peluang dan tantangan bagi penyedia jasa logistik dan distribusi farmasi," kata Setijadi, Kamis (4/1/2021).

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 Tiba di Bio Farma Bandung

57 tahun lalu

11 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sindovac Tahap 4 Tiba di Bandara Soetta

57 tahun lalu

Yuk Kenali Vaksin Covid-19, Tak Kenal Maka Tak Kebal Part 2

57 tahun lalu

Bio Farma Sebut 10 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 Selesai Diolah 20 Maret

57 tahun lalu

11 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tahap Keempat dari Sinovac Tiba di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal