"Jatim saja yang penduduknya sekitar 38 juta jiwa punya 29 kabupaten dan 9 kota. Lalu Jateng penduduk sekitar 35 juta jiwa tetapi punya 29 kabupaten dan 6 kota," ujarnya.
Karena itu, tutur Agoeng, insiator pembentukan Kota Lembang, menyambut baik keinginan Gubernur Ridwan Kamil untuk melakukan pemekaran wilayah di Jabar. Terkait pemekaran Kota Lembang, inisiator juga telah melakukan berbagai persiapan.
Salah satunya adalah melayangkan surat ke pelaksana tugas (plt) Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, DPRD KBB, untuk segera membahas pemekaran Lembang sesuai amanat undang undang.
"Pemekaran wilayah ini adalah godwil dari Pemprov Jabar yang harus disinergiskan dengan keinginan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota. Jangan ada penolakan atau bahasa tidak mau membahasnya," tutur Agoeng yang didampingi Ketua MPI KNPI KBB Lili Supriatna.
Tokoh masyarakat Lembang, Jalaludin menilai sudah waktunya Lembang dimekarkan terpisah dari KBB. Urgensinya (alasan penting dan mendesak), bukan karena aksesibilitas ke pusat pemerintahan jauh atau masyarakat belum sejahtera, tapi karena Lembang layak mandiri dan sudah siap dengan potensi yang ada.