Wahyu mengatakan, kebanyakan kendaraan yang diputar balik seperti mobil boks, bus dan mobil pribadi. Untuk bus kebanyakan karena kelebihan penumpang yang sudah ditentukan.
"Kan sudah ditentukan kapasitas penumpang hanya setengah dari kapasitas. Tapi mereka tetap saja nekat," katanya.
Menurut Wahyu, pihaknya selalu menjelaskan secara humanis terhadap kendaraan yang diputar balik. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari salah paham atau atau terjadi keributan.
"Kami menjelaskan sedang melakukan tugas negara dan dimohon pengertiannya untuk putar arah," ucap dia.