Kasus ISPA Belum Meningkat di Kota Bandung, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Arif Budianto
Pasien ISPA belum menunjukkan kenaikan kendati kondisi udara di Kota Bandung diambang batas normal. (Foto: Ilustrasi)

Jika seseorang terpapar udara tercemar, Sony menuturkan, respon pertama yang akan terjadi adalah batuk atau bersin. Ada pula yang matanya menjadi merah. Kemudian pada beberapa individu ada yang mengalami iritasi kulit. 

"Tapi yang paling sering itu batuk dan bersin karena memang bagian dari mekanisme pertahanan tubuh," ucap Sony.

Berbicara mengenai dampak dari pencemaran udara, Sony mengaku jika derajat kesehatan individu seseorang itu dipengaruhi oleh empat faktor. Pertama karena lingkungannya, termasuk dalam hal ini adalah polusi udara. Kedua, perilaku manusia.

"Faktor ketiga adalah pelayanan kesehatan. Lalu faktor keempat adalah genetika. Lingkungan berpengaruh 45 persen, perilaku manusia 30 persen, pelayanan kesehatan 20 persen, dan genetika 5 persen," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
3 tahun lalu

Kualitas Udara Kota Bandung di Ambang Batas, Warga Diimbau Hindari Tempat Ini

8 hari lalu

Kasus ISPA di Palangka Raya Naik Jadi 11.276, Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan

12 hari lalu

1.121 Warga Palangka Raya Terserang ISPA Imbas Karhutla, 140 di Antaranya Balita

13 hari lalu

Karhutla Belum Berakhir, Kasus ISPA di Palangka Raya Capai 975 dalam 3 Bulan

1 bulan lalu

Kabut Asap Karhutla Mereda, Ribuan Siswa di Pekanbaru Kembali Sekolah Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal