Legenda Buaya Putih di Situs Lawang Sanga Keraton Kasepuhan Cirebon, Anak Sultan yang Dikutuk 

Miftahudin
Keraton Kasepuhan Cirebon menyimpang legenda dan kejayaan masa lalu. (Foto: iNews/Mitahudin)

Juru kunci situs Lawang Sawang Suwari mengatakan, Lawang Sanga Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan pintu masuk tamu atau utusan kerajaan di nusantara pada zaman dulu saat mengirimkan upeti ke Kesultanan Cirbeon. Bangunan situs ini didominasi warna putih dan merah.

"Lawang Sanga dibangun oleh Pangeran Wangsakerta pada era Sultan Sepuh I Syamsudin Martawijaya pada 1677 Masehi. Lawang Sanga memiliki fungsi sebagai syahbandar dan pintu masuk tamu atau utusan kerajaan-kerajaan dari nusantara pada zaman dulu," kata Suwari.

Pada zaman Kesultanan Cirebon, ujar Suwari, pengiriman upeti dari para tamu melalui Lawang Sanga. Jumlah pintu di Lawang Sanga merupakan simbol sembilan lubang di tubuh manusia.

"Lubang hidung, mulut, telinga, mata, dubur, dan kelamin. Artinya memiliki nilai filosofi kehidupan. Sembilan ini dianggap sebagai angka sempurna," ujarnya.

Juru kunci membuka pintu gerbang situs Lawang Sanga di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: iNews/Miftahudin)
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
5 tahun lalu

Melihat Alun-Alun Kejaksan dengan Konstruksi Khas Keraton Cirebon 

13 hari lalu

Warga Berebut Air Bekas Cucian Piring Jimat di Keraton Kacirebonan, Diyakini Bawa Keberkahan

14 hari lalu

Bejat! Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak, Sempat Diamuk Massa

19 hari lalu

Tega! Rumah Tetangga Terbakar, 2 Pemuda di Cirebon Malah Curi Uang Rp47 Juta dan Emas

21 hari lalu

Tragis! Warga Mamuju Tengah Tewas Diterkam Buaya saat Mandi Bersama Keluarga di Sungai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal