"Saya sedih dan kecewa melihat dagelan serta rekayasa Musda. Apa yang terjadi menjadi cerminan sebuah keserakahan dan dipastikan akan semakin membuat Partai Golkar di KBB semakin terpuruk," tuturnya.
Diketahui Musda IV DPD Partai Golkar KBB yang digelar Minggu (30/8/2020), berlangsung ricuh. Sebanyak 13 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar KBB melakukan aksi walkout dari ruang musda dan menggelar aksi protes dengan bertahan di tempat berlangsungnya acara, yakni di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung.
Koordinator PK Golkar KBB, Iip Saripudin mengatakan, aksi walkout dilakukan karena menilai pelaksanaan musda sudah tidak netral dan sesuai aturan di internal partai. Salah satunya karena salah satu bakal calon lolos meskipun secara kualifikasi akademik tidak memenuhi syarat menurut AD/ART menjadi bakal calon ketua.
"Mengacu kepada juklak musda, syarat calon harus sudah sarjana dan mengabdi di partai selama lima tahun berturut-turut.
Kriteria tersebut tidak dipenuhi salah satu calon, tapi tim verifikasi tetap meloloskannya. Kami akan mengadukan kasus ini ke DPD Golkar Jabar, termasuk ke Mahkamah Partai," katanya.