Nasib Adibah dan Fathullah Pasutri di Bandung, Tinggal di Gerobak sejak Pandemi

Agung Bakti Sarasa
Adibah dan Fathullah, pasutri di Bandung yang tinggal di gerobak sejak pandemi 2020 karena kehabisan modal. (Foto: MPI/Agung Bakti Sarasa)

"Pas covid yaah, modal habis. Daripada bingung biarlah ngerongsok," ucapnya.

Adibah mengakui, dulu harga barang rongsok tergolong cukup mahal, namun kini merosot tajam.

"Sekarang harga rongsokan udah murah, ga kaya dulu mahal. Dulu sekilo ada Rp2.500-an, sekarang lebih murah dari itu," ujarnya.

Adibah mengatakan, hasil dari penjualan rongsok tersebut sangat pas-pasan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang, dia juga sering mendapat bantuan dari masyarakat Kota Bandung yang ditemui di jalan.

"Buat kebutuhan sehari-hari itu sangat pas-pasan, cuman alhamdulillah kadang di jalan ada yang ngasih nasi, kadang ada yang ngasih sembako, kebetulan saya punya alat masaknya juga, jadi bisa masak. Pas-pasan aja," katanya.

Adibah mengatakan, gerobak yang digunakan untuk mencari rongsok setiap harinya tersebut menjadi tempat tinggalnya bersama sang suami.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
13 jam lalu

Jadwal SIM Keliling di Kota Bandung Hari Ini 3 Oktober 2026, Simak Persyaratannya

1 hari lalu

243 Kios Pasar Ciroyom Bandung Disegel, Pedagang Diminta Waspadai Pungli

1 hari lalu

Penyebab Lampu Lalu Lintas Bandung Mati Terungkap, Ternyata Kabel Dicuri

3 hari lalu

Pembongkaran 20 Bangunan Liar di Ciumbuleuit Bandung Ricuh, PKL Blokade Jalan

4 hari lalu

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 30 September 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal