"Angka kasus memang melandai, tetapi kematian masih tinggi. Ada lagi Omicron dan lain sebagainya. Artinya, Covid-19 masih membahayakan, masih menular. Jika pemerintah memaksakan perubahan status, dikhawatirkan dapat menyebabkan kasus penularan kembali melonjak," ujarnya.
Kusnadi Rusmil menuturkan, jika Indonesia ingin mengubah status pandemi menjadi endemi, disarankan untuk kejar target vaksinasi di atas 70 persen. Sementara, vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) di Indonesia, termasuk Jawa Barat, masih rendah. Sehingga terbentuk imunitas atau kekebalan komunitas.
Kemudian, terapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), 3T (testing, tracing, dan treatment), positivity rate maksimal 5 persen, dan aturan protokol kesehatan (prokes).
Edukasi harus diberikan kepada masyarakat agar semua terkendali. Masyarakat diimbau untuk segera mengikuti vaksinasi lengkap, 1, 2, dan 3 atau booster. Ajak kakek dan neneknya untuk vaksinasi agar mereka terlindungi.
Indonesia belajar dari wabah penyakit sebelumnya. Seperti flu burung dan Mers, yang kini jadi pandemi karena sudah bisa diatasi. "Sebaiknya, perubahan status pandemi jadi endemi diprediksi bisa dilakukan pada akhir 2022 tapi tetap tergantung kepada capaian imunisasi (vaksinasi)," tutur Kusnadi.