Pangandaran Terancam Kehilangan Penduduk Pribumi, Arus Urbanisasi harus Diputus

Syamsul Ma'arif
Arus urbanisasi di Pangandaran cukup tinggi sehingga kabupaten ini terancam kehilangan penduduk asli. (Foto: Istimewa)

Irpan berharap, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pangandaran potensial menekan angka urbanisasi. Harapannya pengembangan UMKM ini menjadi titik awal agar warga pribumi berdaya secara ekonomi.

Jika dikaitkan dengan angka lulusan SMA terus mengalami kenaikan. Namun sangat disayangkan, angka lulusan sebesar itu tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

Berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah lulusan siswa SMA di Pangandaran pada 2016 sebanyak 3.818 orang dan terus bertambah di tahun 2020 menjadi 6.026 orang. 

Selain itu, Irpan menerangkan, untuk angka pengangguran di Pangandaran juga cukup tinggi sebagai dampak pandemi Covid-19. Jika dipersentasikan dengan jumlah penduduk 424.804 tahun 2015, angka pengangguran pada tahun 2020 mencapai 5,08 persen.

"Upaya tepat saat ini adalah berinovasi menciptakan produk turunan dari hasil bumi melalui UMKM," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
5 tahun lalu

Pengangguran Capai 147.000, Disnaker Bandung Dorong UMKM Serap Tenaga Kerja Lokal

13 jam lalu

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pelantikan Pemuda Perindo Banten Fokus Berdayakan UMKM Muda

3 hari lalu

DPW Perindo Kalbar Resmikan Warkop Perindo untuk Perluas Pasar UMKM dan Produk Lokal

11 hari lalu

Dari Legalitas hingga Modal, Partai Perindo Jabar Perkuat Pembinaan agar UMKM Naik Kelas

13 hari lalu

Mahfud Masuara Dorong Inkubator Bisnis Palu Masuk Fase Kedua, Pastikan UMKM Miliki Pasar Berkelanjutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal